Friday, April 26, 2019

Keyboard wireless, buat apa?


semenjak memutuskan untuk kembali aktif blogging, saya bergegas ke toko komputer langganan untuk membeli keyboard wireless. awalnya saya pikir cuma keyboard doang, ngga’ taunya sebuah papan ketik tanpa kabel merk Logitech yang saya beli ini hadir bersama mouse wireless-nya juga. Horeee! saya yang tadinya ingin membeli keduanya secara terpisah jadi tidak perlu lagi karena sudah hadir dalam satu box

buat apa sih saya beli keyboard wireless

bukan karena keyboard saya rusak, tetapi saya ini pengguna laptop. bukan pengguna PC dimana keyboard berada tidak langsung di hadapan saya melainkan terhalang touch pad laptop. sedangkan saya lebih nyaman ketika laptop saya berada agak jauh dari pandangan mata saya karena umumnya ukuran meja yang saya gunakan cukup besar. saya lebih nyaman mengetik, mengetik tulisan blog atau tugas tugas kuliah atau skripsi. kenyamanan dalam bekerja itu penting, karenanya saya memutuskan menggunakan keyboard wireless. 



kenapa memilih merk Logitech?

saya sudah pakai mouse kabel Logitech itu sejak tahun 2012 ketika pertama kali saya bekenalan dengan software software grafis teknik sipil. dari semua merk yang saya coba, hanya Logitech yang paling stabil. jadi saat ini saya punya 2 mouse Logitech, yang berkabel dan tanpa kabel. kenapa harus punya 2? mbak, mas.. software grafis pake mouse wireless? coba aja sendiri, saya ngga’ mau cerita HAHAHAHAHAHAHAHAHA.

memang keyboard dan mouse wireless ini bukan hadir tanpa kelemahan. ketika USB penangkap signal-nya panas, kadang kadang timbul kekacauan dalam proses kerjanya. kalo udah begini biasanya saya cabut dan saya tunggu sampai dingin sekalian saya istirahat juga dan kemudian saya akan lanjut lagi kalo sudah normal kembali. tapi kejadian seperti ini cukup jarang. pernah terjadi ketika saya nyalakan laptop dan saya colok USB penangkap signal-nya tapi kemudian saya tinggal makan siang. 

emang deh ya ngga’ orang ngga’ mesin kalo ditinggal gitu aja bisa jadi kacau sistem kerjanya. 

jadi, tertarik untuk nyoba keyboard wireless?


Cheers, 


Fatimah

Monday, April 22, 2019

Playlist on this week

Source

1. Lily (Alan Walker, K-391, Emelie Hollow)
2. On My Way (Alan Walker, Sabrina Carpenter, Farruko)
3. Kill This Love (BLACKPINK)
4. Boys with Luv (BTS,Halsey)
5. SOLO (Jennie BLACKPINK)
6. Kiss and Make Up (Dua Lipa, BLACKPINK)
7. Let It Be (Rose BLACKPINK)

Friday, April 19, 2019

[Current Watching] K-Drama ; Her Private Life

source
Seni dan Romance Comedy.

bercerita tentang Sung Deok Mi (Park Min Young) seorang kurator sebuah museum seni, kemudian, tentang seorang seniman yang kehilangan kemampuannya, kemudian memutuskan untuk menjadi direktur sebuah museum di New York, Ryan Gold (Kim Jae Wook). singkat cerita, Ryan Gold pindah aja dong ke museumnya Sung Deok Mi. 

nah, Sung Deok Mi ini fans berat sekaligus admin fanbase-nya  Cha Shi An (One), member dari Boyband White Ocean. kalo dalam kehidupan nyata kayak fans berat dan admin fanbase-nya Ok Taecyeon 2PM atau G-Dragon BigBang gitu lah ya. 

Ryan Gold adalah seorang yang misterius, sengak, straight to the point tapi alergi kafein. jadi, Ryan ngga’ pernah minum kopi karena kafein bisa membahayakan nyawanya. sebegitunya lho alerginya dia sama kafein. nah suatu ketika Sung Deok Mi mencampurkan kopi ke dalam minuman Ryan Gold yang membuat Ryan berakhir opname di RS. 

saya suka dengan drama ini karena Her Private Life bercerita tentang lukisan. sekaligus, menunjukan bagaimana dark-nya sasaeng fan di korea yang dalam cerita ini adalah Cindy (Kim Bo Ra) yang jadi Kim Hye Na di drama SKY Castle. walaupun sebenarnya selera saya lebih ke dark comedy, tetapi Her Private Life cukup bisa bikin saya ketawa ketawa juga. 

Sung Deok Mi ini gila kerja (kayak saya :p) dan kalo kamu adalah BTS Army, VIP BigBang, atau BLINK (Fans dari Blackpink) kamu benar benar can relate deh dengan kehidupan Sung Deok Mi. kerja bagai kuda karena hobby sebagai fan-girl itu tidak murah. 

sebagai seorang kurator Sung Deok Mi ini sungguh profesional, tetapi di kehidupan pribadinya sebagai admin fanbase dan fans garis keras juga sama totalitasnya. Sung Deok Mi ini punya kamera berlensa tele yang super bikin iri demi mendapat foto terbaiknya Cha Shi An dan dia juga jago ngeditnya dengan tools yang sangat pro sekali. 

saya bener bener nunggu hari kamis - jum’at karena Her Private Life sudah bisa ditonton, juga Big Issue, sedikit dari drama on going yang saya ikuti. untuk Big Issue saya post di postingan terpisah ya. 

untuk kalian yang fans Park Min Young sangat dipersilahkan nonton drama ini. untuk kalian yang nyari drama ringan tapi ngga’ lebay juga enak buat ditungguin setiap minggunya. Park Min Young memang ngga’ ada yang ngeraguin sih kualitas acting-nya. saya udah nonton banyak drama dia (City Hunter, Healer, Why Secretary Kim, Queen for Seven Days) dan ngga’ pernah kecewa karena emang sebagus itu. 

Kim Jae Wook juga oke banget disini. nyebelinnya dapet, sekaligus wibawanya terbaca sekali. this drama is a good serial for your long weekend :) 



Cheers, 


Fatimah




Thursday, April 04, 2019

Have Some Downtime at Pops Coffee


“mas, saya ini mau minum obat. kira kira minuman yang ngga’ ada susunya apa yah?” 

kemudian mas mas barista Pops Coffee menyodorkan menu minuman ke saya sambil bilang, “waduh mbak, ada sih tapi ada sodanya.” 

“gimana ya mas. apa saya makan aja ya? tapi saya tadi habis buka puasa. oh yaudah Gyudon Bowl-nya deh satu, sama air putih itung itung biar saya ngga’ usah sahur.” 

“oke mbak.” 

kira kira begitulah percakapan absurd saya dengan mas mas barista di Pops Coffee yang sepertinya sudah mulai hafal saya seperti kai (kakek, dalam bahasa Banjar) yang jaga parkir. si kai sudah hafal saya karena mungkin hanya saya yang meninggalkan semua barang barang di cafe, minta dijagain karena izin solat magrib di masjid terdekat. 


Gyudon Bowl dan Iced Coffee Latte. menu yang selalu saya pesan ketika saya datang ke Pops. kenapa Iced Coffee Latte? karena saya cemen, saya ngga’ berani minum Americano. asam lambung ngga' bisa ajak damai cuy.

Pops ini adalah sebuah coffee shop yang belum lama buka, tapi entah kenapa saya sudah betah main ke sana. interior-nya hitam putih, sangat saya sekali. akhir akhir ini saya memang lagi suka sukanya sama interior dan arsitektur. bukan, bukan karena kepentingan ingin berumah tangga tetapi di dunia sekaku teknik sipil, masih ada keindahan yang bisa saya nikmati. 

Pops Coffee terletak di jalan Agus Salim nomor 12 a, tepat di simpangan jalan Danau Toba. nah soal masjid yang saya omongin tadi buat solat magrib, itu saya solat di salah satu mushola di jalan Danau Toba. sebuah mushola kecil dekat rumah dosen saya yang AC-nya ada 4 biji masing masing 1 PK. duh kalo sudah solat disana lupa tuh sama Samarinda yang mataharinya ada 10. hati dingin karena habis solat, badanpun kedinginan karena AC-nya kalo waktu solat dinyalain semua. 


saya adalah seorang introvert, tapi kalo punya pendengar yang klik, mendadak berubah jadi pembicara. karena saya adalah seorang introvert, saya bener bener picky masalah tongkrongan. sudahlah picky, bawel, gampang risih pula. mantap emang. itulah kenapa saya ngga’ pernah punya tongkrongan di Samarinda karena jaringan warlaba kedai kopi internasional tempat saya biasa nongkrong udah berisik dan kadang mereka kalo ngomong suka teriak teriak. padahal kan, di coffee shop itu yang saya lakukan adalah kalo ngga’ belajar, ya bengong. 

mana bisa bengong kalo berisik yekan

“disini bisa belajar nggak?.”

“kalo belajar mungkin sedikit terganggu kak, soalnya kalo malam disini banyak yang nongkrong.. takutnya kakak malah ngga’ nyaman.” 

begitulah jawaban cici cantik yang kebetulan lagi di belakang meja bar waktu itu. pikiran saya sudah terbayang sekumpulan orang yang ketawaan mulu sambil teriak teriak. tetapi ternyata bayangan saya itu buyar. Pops tidak seperti itu. saya tersentuh dengan keramahan cici cantik @nadiaprillia yang nyamperin saya waktu pertama kali saya datang untuk makan siang. waktu itu, Pops masih belum resmi dibuka lho. tapi saya dibolehin makan disana. beliau juga dengan sabar ngeladenin pertanyaan saya tentang rambut dan make-up. kan beliau MUA Hits Samarinda yang hasil make-up nya selalu bikin saya bengong saking cantiknya. simple yet elegant. pokoknya jenis make-up kesukaan saya yang cantik natural bukan dempul doang. penasaran? cek aja Instagram cici. 


di Pops, saya bisa belajar dengan nyaman walaupun ada suara tetapi tidak memecah konsentrasi saya memahami apalah itu fungsi dan kapasitas Buldozer. saya bisa izin solat magrib di masjid terdekat dan barang barang saya dijagain sama mas mas barista-nya. saya bisa makan bucket fried fries yang kayaknya ngga’ bakal bisa saya temukan di tempat lain. saya bisa makan Gyudon Bowl paling enak yang pernah saya makan. saya suka makanan Jepang, tetapi warung sushi di Samarinda yang saya suka udah pada tutup. jadilah Gyudon Bowl Pops satu satunya makanan Jepang yang menjadi rujukan saya saat ini. 


sepertinya tagline-nya, Pops bener bener the best place to chill in the middle of Samarinda! 


Love, 


Fatimah



made by Pops 
address : Jl. Agus Salim No. 12a, Samarinda
telp : 0822-5245-71-45
Instagram : @Popscoffee.id
email : popscoffeeid@gmail.com
open hours : 10 am - 10 pm