Wednesday, September 13, 2017

Cafe, tentang pemberi dan yang diberi kesan



Rasa itu soal selera, yang berbeda adalah cara.

tentang, kopi, yang sering kali saya temui di sebuah Cafe.

Cafe adalah tempat saya bertemu dengan siapa saja, menyaksikan dinamika masyarakat dengan berbagai warna dan rupa. saat saya memutuskan untuk berkunjung ke sebuah Cafe, artinya saya harus siap untuk bertemu siapa saja, bukan dalam keadaan down atau lagi ngga' kepengen diganggu. saya ke Cafe kalo lagi butuh suasana. 

ya, saya suka ke Cafe. karena saya penyuka Coffeewalaupun saat ini saya sedang berada dalam perjuangan merebut kembali angka 48 kg berat badan saya yang habis sudah menggelambir dihajar gula. nyatanya, saya tetep suka nongkrong di Cafe. entah untuk mengerjakan lemburan kantor biar ngga' menjadi jomblo yang nista banget, atau untuk mencari feel saat harus menghasilkan tulisan blog.

setiap kali ke Cafe, saya selalu membawa kesan. entah terkesan dengan Cafe itu sendiri atau terkesan dengan orang orang yang saya lihat.

sebagai Blogger, tidak jarang saya di-deadline untuk segera menerbitkan tulisan oleh pihak tertentukalo udah butek butuh ide banget kayak begini saya biasanya langsung lari cari Cafe yang nyumbang ide. suatu kali, saya main ke sebuah Cafe dan bersebelahan meja dengan seorang ibu ibu pecinta Prada. yang sayangnya tak punya selera. menggunakan brand yang sama dari ujung kaki sampai ujung rambut, sangat sewarna. seketika saya pengen sujud syukur saat itu juga mengingat ummi saya adalah golongan ibu ibu pinterest bagian fashion style. 

saya juga pernah waktu jalan jalan di Mall -lagi lagi untuk cari Cafe- dan berpapasan dengan ibu ibu bersandal jepit, bercelana pendek dan berbaju kaos keluaran ITC tetapi menenteng sebuah tas Hermes keluaran jarang. sejarang koleksi Cik Jamie Chua. dan saya benar benar terkesan dengan bahasa tubuh ibu ibu 50-an tersebut. super!

balik lagi soal aktivitas meng-impress dan yang di-impress. saya punya cerita yang cukup menarik soal ini.

saat itu awal bulan dan saya baru saya dapet bonus kantor beserta pekerjaan seperti air bah. sepertinya prinsip kantor saya tuh gini : SELAMA DESEU MASIH SINGLE, SURUH LEMBUR AJA BUNG!

fak.

singkat cerita, dengan hati yang setengah riang gembira jalanlah saya cari Cafe buat ngerjain lemburan. pilihan saya jatuh kepada sebuah Cafe & Resto, dengan pertimbangan kalo saya laper saya bisa langsung makan mumpung duit saya lagi banyak. kemudian bergegaslah saya cari meja di pojokan yang tentu saja ber-colokan.

setelah memesan segelas cokelat hangat saya langsung tata tata meja untuk segera memulai ibadah lembur. tapi kok, ada yang aneh dengan meja di depan saya.

aneh rasanya melihat seorang perempuan memesan udang dengan saus cocktail sebagai makanan pembuka, kemudian pesan lagi prime sirloin wagyu steak dengan saus black pepper yang minta dimasak dengan tingkat kematangan medium rare -tingkat kematangan terbaik untuk steak menurut Chef Michael Lominaco- dan French Eclair (yang harus dimasak pake uap air itu biar mengembang) serta Cremee Brulee dengan tingkat kematangan sempurna yang pecah saat diketuk sendok.

sungguh selera yang menguras kantong.

sedangkan yang cowok sebagai pihak sponsor? cuma pesen sup jamur keju dengan puff pastry yang bahkan bisa dibeli dengan harga 15ribu kalo belinya di pinggir jalan. dimakan dikit dikit banget, bahkan menurut saya kayaknya kalo bisa itu sup jamur keju dibungkus, udah dibungkus deh itu makanan. dan untuk memparipurnakan pesanan, si cowok memilih pesen es teh manis ala warung.

dan.. mereka masih dalam tahap PDKT. Oemjii!!!

untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya bersyukur jadi jomblo produktif dengan banyak lemburan. setidaknya, saya bisa bayar cokelat hangat saya sendiri.

saya masih think wise dong ya. "ah, paling makanan sebanyak gitu dimakan bareng bareng kok sama si cowok.." ternyata tidak saudara saudara, semua hidangan tersebut dimakan sendirian sama mbak mbak itu. sendirian. SENDIRIAN!! *dramak*

ah, meng-impress dan di-impress. saya ngga' tau bagaimana kesan si mbak atas si mas, dan bagaimana kesan si mas atas si mbak. yang jelas saya sangat terkesan dengan pasangan tersebut. betapa serasinya perpaduan 2 manusia tersebut ; yang cewek ngga' tau diri yang cowok ngga' kenal diri.  

Ulala, toh intinya saya sama dengan mereka, karena datang ke Cafe yang sama. Cafe, tempat yang mewadahi semua. kita datang karena ditanggap selera.


tulisan ini ditulis di Pondok Jati

No comments:

Post a Comment