Wednesday, May 27, 2015

Tulisan Ummi


Emma dan Kopi
Gadisku  yang kini tidak kecil lagi.
Aku mendengar renyah bicara Emma
Emma  menyentuh sisi  rasa yang membuatku tidak bisa mengabaikan ucapannya,
Emma pandai membagi waktu. Emma membalut emosi dalam senyuman
Emma sangat bersemangat,


Emma  menyukai mekanika teknik.
Emma mahasiswa teknik sipil yang punya prioritas menghitung masa depan
Kata Emma teknik sipil  dasar membangun  peradaban
Mekanika adalah jantung hitungan
Banyak hal tentang Emma,
Emma mau bersamaku di dapur, memasak sambil bercerita
Emma merapikan rumah juga menyetir
 Walau sering menggerutu, karena Riffat tidak membantu
Emma suka membaca
Bahasa ,sastra,filsafat menjadi kegemarannya
Emma menguasai teknik photography
Photo photonya keren, hidup bercerita
Emma menyertakan sentuhan rasa dalam photonya
Emma  pembicara yang baik  dalam kesempatan bicara
Membuat cerita ber-alur,mengalir,menekan dan menyimpulkan
Emma juga menulis
Ayahnya bilang bakat itu dari aku
Ku pikir dengan photo Emma sudah menyampaikan banyak hal
Ternyata kemampuan menulis Emma lebih membanggakan
Aku terhenyak dengan ketepatan emma menempatkan padanan kata
Bertutur singkat menjadi cerita
Hal sederhana bisa  begitu spesial
Emma menulis kesukaannya tentang kopi
Kopi bikinannya adalah yang ternikmat
Dengan sedikit gula dan tambahan es batu yang banyak
Aroma kopi menawarkan cara yang selalu di carinya
Kopi bagi emma pelepasan rasa yang indah
Emma membuat kritik dalam secangkir kopi
Emma mengeluh dengan kopi
Emma menemukan dirinya dalam kopi dan
Emma menyindir juga dengan kopi
Kopi bagi Emma memberikan sensasi rasa yang hanya Emma sendiri
Mengerti kehadirannya
Membaca tulisan Emma tentang kopi
Membuat aku memikirkan kata demi kata dalam tulisannya
Kemampuannya memilih kalimat inti,sempat membuat aku iri
Setajam itu pemikiran Emma
Hemat menggunakan  kata
Memuat kedalaman makna
Emma menuliskan kegalauannya dengan cermat
Dalam sindiran kopi teramat nikmat
Emma mungkin tidak sejauh yang aku pikirkan
Emma hanya menulis
Menulis yang ingin di tulis
Sedihnya tergambar  dalam mual maag
Tulisan Emma membuat aku  tersentak
Anak kecilku yang lucu menampakkan bentuk
Dengan talenta
Aku  menikmati   tulisan Emma
Seperti  tentang kopi , sebuah tulisan dari hati
 Emma mengetuk pintu hatiku
 Tentang kopi yang membentuk kesatuan arti
Menghargai hal sepele yang Nampak tidak berarti
Ternyata begitu istimewa
Kini sadarku menbangunkan bahwa aku harus lebih menghayati.
Menghayati gerakan yang  menggantungkan kebahagiaan dalam ketulusan  doaku.
Pun ketika Emma sedih saat merasa diabaikan oleh seseorang
Yang hampir bisa membuatnya jatuh cinta lagi
Setelah  sempat terhuyung oleh badai asa yang tumbang
Beberapa waktu lalu…
Walaupun menangis Emma tetap manis .




di salin dari email yang di kirim ummi saya, tulisan lainnya bisa dilihat disini

No comments:

Post a Comment